Senin, 26 November 2012

Petualanganku dan petualangan 7Wonders bersama Daihatsu Terios

Selama ini sahabat petualangku adalah suami. Kemanapun aku pergi suamiku yang selalu menjadi sahabatku, sahabat yang selalu setia menjadi sopir, menemani kemanapun pergi, sahabat yang selalu setia menjadi kameramen juga sahabat yang selalu setia menunggu ku kala berhenti di pom bensin untuk numpang ke toilet, hehe..

Barangkali inilah usaha dalam mensyukuri nikmatnya sebuah pernikahan karena kami belum dikaruniai momongan sehingga ketika melakukan suatu perjalanan dekat maupun jauh kami bisa tanpa beban. Tentu saja kecuali kendala waktu yang sering berbenturan dengan jadwal kerja.

Kami sering menghabiskan waktu berdua dengan bermacam-macam kegiatan. Ke toko buku lihat-lihat buku baru (biasanya cuma nyari referensi, belinya ke toko buku yang ada diskonan), datang ke tempat pameran (kalau ini kebiasaanku yang gemar mengumpulkan brosur), jalan-jalan pagi ke car free day, hingga berpetualang ke luar kota sambil mendatangi tempat yang unik yang belum pernah kami kunjungi. Atau tempat yang sering di kunjungi karena menurut kami tempat itu asyik dan nyaman untuk dijadikan langganan.

Dalam menjalankan misi petualangan itu saat ini kami masih mengandalkan motor roda 2. Dan alhamdulillah perjalanan kami selalu sukses meskipun boleh dibilang kondisinya sangat minim. Dengan motor itu kami sudah pernah melakukan perjalanan lintas kota seperti Surabaya-Malang, Surabaya-Probolinggo, Surabaya-Jombang-Kediri-Blitar-Surabaya (jadi seperti roadshow) dan lintas pulau!

Lintas Pulau? Ya Lintas pulau. Maksudku aku dan suami sudah pernah nyebrang ke Pulau Madura dengan mengendarai motor. Pulau Madura kan meski tetangga dekat dengan Surabaya tapi tetap saja disebut luar pulau, kan.
Perjalananku lintas Pulau, menuju Pulau Madura

Selain dengan motor aku dan suami juga sering memanfaatkan kendaraan umum bila jarak yang ditempuh cukup jauh. Padahal bagi kami naik kendaraan umum sebetulnya kurang efektif juga. Memang saat berangkat dan pulang kami bisa duduk nyaman didalam, gak kepanasan juga gak kehujanan, repotnya ketika di tujuan. Mau pergi kemana-mana susah, gak ada kendaraan yang bisa dipakai semena-mena seperti punya sendiri.

Ngomong-ngomong kendaraan suamiku sering guyon-guyon mau beli mobil. Alasannya supaya nyaman di jalan dan bisa muat orang banyak. Jadi kalau mau jalan-jalan bisa ramai-ramai gak harus selalu berdua. Seperti ketika kami sedang menuju ke Kakek Bodo di Pandaan, beberapa orang yang naik sepeda motor mengejar-ngejar kami sambil nawarin penginapan murah. Sudah kubilang kami tidak butuh penginapan karena jarak Surabaya-Pandaan tidak jauh sedangkan saat itu masih pagi jam 9, mana mungkin pagi-pagi kami sudah ingin menginap. Beberapa kali aku menolak dan bilang tidak, tapi mereka tetap saja mengejar-ngejar. Entahlah mungkin mereka pikir kami ini pasangan yang sedang mencari tempat untuk berhoho-hihe. Yang benar saja kalau hanya untuk berbuat begituan ngapain juga kami naik motor jauh-jauh ke Pandaan. Karena kesal suamiku akhirnya menjawab: Emang muka gue muka mesum?. Tentu saja orang-orang itu dan aku sendiri yang mendengar tertawa. Akhirnya mereka ngeloyor pergi.

Berpetualang itu seru, seru banget. Ada saja pengalaman yang aneh-aneh. Pengalaman yang heboh yang sulit diceritakan ulang secara heboh pula. Apalagi kalau sudah berkunjung ditempat yang ekstrim. Seandainya boleh bercerita secara detail tanpa ada embel-embel anggapan lebay barangkali tanpa malu-malu aku akan bercerita dengan penuh gegap gempita, kalau perlu pakai koprol biar semua orang tau bahwa pengalamanku itu benar-benar hebat dan pantas untuk diketahui banyak orang.

Dulu pernah ketika aku dan suami ke Bromo mengendarai motor, gila aja jam 1 pagi kami harus dorong-dorongan motor melewati pasir tebal ditengah-tengah. Sudah hawanya dingin banget, gelap lagi. Kalau motor itu kami naiki jalannya bisa muter-muter, meliuk-liuk gak karuan. Kalaupun dimatikan sambil didorong yah mana tahan beratnya. Pokoknya butuh pengorbanan besar lah. Dan itu gak hanya kami saja, banyak juga orang-orang disekeliling yang bernasib sama dengan kami. Malah ada yang mesinnya mati karena kemasukan pasir dan mereka harus berusaha keras menyalakannya kembali. Dan itu merupakan salah satu perjalanan kami yang sangat berat.

Andai saja saat itu naik mobil, pasti ceritanya akan beda. Kami bisa melewati lautan pasir itu dengan mulus tak perlu repot-repot dorong-dorongan. Bahkan kalau perlu kami menertawai orang-orang yang kurang kerjaan dipagi buta main dorong-dorongan motor di tengah hamparan pasir yang gelap gulita. Tentu saja mobil yang dipakai haruslah mobil yang cocok untuk petualangan. Tidak meliuk-liuk ketika dilautan pasir dan tahan banting berada di tanjakan tinggi karena memang di kawasan Bromo jalanannya selain berkelok-kelok naik turun juga di beberapa tempat terdapat lubang yang aspalnya sudah banyak rusak sehingga membutuhkan suspensi yang tahan banting.

Lalu mobil yang bagaimana yang cocok untuk sahabat petualang?

Kuat dan Tahan Banting
Maksudku disini bukan mobil yang kuat setelah dibanting-banting, tetapi mobil yang kuat melalui segala kondisi. Oke melewati segala medan tanpa kendala yang menganggu selama perjalanan berkat kemampuan mesinnya.

Nyaman diajak kemana-mana
Nyaman dikendarai meskipun melalui medan yang berat dan jalanan yang terjal. Suspensinya mampu menahan segala getaran sehingga selama perjalanan selalu dalam keadaan stabil.

Mudah dioperasikan dan ramah lingkungan
Dalam berpetualang melalui medan yang berat adalah hal biasa. Namun ditengah kondisi yang sulit itu kendali kemudi haruslah mudah pengoperasiannya, spedometer harus terlihat jelas agar pengemudi bisa memperhatikan kecepatan mobil dan ketersediaan bahan bakar.

Tangguh dan Lincah
Dalam perjalanan yang sulit mobil yang tangguh harus selalu tampil sporty. Kencang dimedan yang datar dan pakem ketika melalui jalanan naik turun. Performanya selalu tampil optimal dan responsif.

Desain Oke
Tak hanya kekuatan mesin saja, design yang oke, stylish, trendy dan sporty akan mengundang siapa saja untuk melihat dan berdecak kagum.

Tampil menghibur
Disela-sela memompa adrenalin, santai sambil mendengarkan musik mutlak dilakukan. Supaya perjalanan selalu menyenangkan dan mengurangi ketegangan.

Tidak ribet
Kursi yang didesain pas dengan jumlah penumpang akan membuat nyaman penumpang. Begitupun saat melewati tempat-tempat yang unik terkadang membuat kita harus menyempatkan berhenti sambil menikmati pemandangan. Oleh karena itu kursi harus didesain mudah di lipat dan ditarik maju dan mundur.

Nah, sekarang mobil apa yang cocok dengan kemampuan diatas? Tentu saja Daihatsu Terios si sahabat petualang

Mengapa disebut Terios 7 Wonders?
Barangkali kau sering membaca atau mendengar kalimat 7 Wonders di belakang kata Terios. Terios 7 Wonders!. Seperti angka yang ditengah-tengahnya, 7, Terios memang memiliki 7 keunggulan sebagai fitur utama dan cocok sebagai mobil petualangan.

Dan 7 Wonders tersebut adalah:

1. The Only 7-Seater SUV (Sport Utility Vehicle)
Kursi didisain untuk 7 penumpang. Kursi baris ke 2 bisa dilipat kedepan dan bisa diatur maju mundur secara terpisah. Sedangkan kursi ke 3 bisa dilipat untuk mengatur barang bawaan.

2. Easy Access Entertainment (Audio Steering Switch)
Dengan tambahan audio yang Sporty dan mewah dengan balutan akses metal dan chrome didesain menyatu dengan center cluster.

3. Tough Style (Macho Styling)
Penampilanya yang sporty dan macho mampu melewati segala medan

4. City Cruiser (High Ground Clearance)
High Ground Clearancenya mampu melewati medan yang penuh rintangan. Handal dalam menghadapi segala tantangan

5. Easy Hadling (Electric Power Steering)
Kemudi yang ringan karena diatur secara elektrik. Desain sporty namun tetap terbaca menambah kemudahan penggunanya

6. Optimal Comfort (Comfort Suspension)
Suspensinya yang kuat menambah kenyamanan dan kestabilan dalam berkendara

7. Excellent Strength (Reliable engine 1.5 DOHC VVT-i)
Mesinnya menggunakan 35Z-VE 1,5L DOHC VVT-i berpendingin air menghasilkan performa yang optimal, responsif, namun tetap efisien dan ramah lingkungan. Kapasitas bahan bakarnya 45 Liter dan memiliki kapasitas silinder 1495cc dengan 4 silinder bergaris.
Disc Brake nya membantu kualitas pengereman lebih baik

Sebagai mobil sahabat petualang, Terios telah diakui dan mendapat award Best Buy Award 2012: Best Buy In Small SUV Category untuk Terios TX AT Adventure.

Performa tangguh Terios pun sudah pernah dibuktikan oleh Tim 7 Wonders pada bulan Oktober 2012 lalu yang berhasil menempuh perjalanan dari Jakarta menuju tugu Nol Kilometer di kota Sabang dengan total jarak tempuh 3,300km yang ketika itu mengusung tema Sumatera Coffe Paradise.

Cerita petualangan Tim 7 Wonders dan Sumatera Coffe Paradise
Oke aku akan menceritakan petualangan Tim 7 Wonders dalam perjalanannya menuju tugu Nol Kilometer di Sabang beserta pengalaman mereka menjelajah pulau Sumatera yang terkenal akan pulau penghasil kopi berkualitas dan mereka menjadikan tema perjalanannya menjadi Sumatera Coffe Paradise.

Tim 7 Wonders memulai petualangannya pada tanggal 10 Oktobers 2012 lalu yang disaksikan langsung oleh jajaran management dan staf Astra Daihatsu Motor. Tim yang terdiri dari 10 orang menggunakan 3 unit Daihatsu yang terdiri dari 2 unit Terios jenis TX-AT dan 1 unit Terios jenis MT. Mereka bersiap melakukan perjalanan sejauh 3.300 km dan akan melintas di sepanjang pulau Sumatera yang berakhir di titik Nol Kilometer di kota Sabang.

Selama melintas di sepanjang pulau Sumatera, dari Lampung hingga Sabang, sembari mereka menikmati keindahan alam, Tim 7 Wonders juga mengeksplorasi 7 spot produsen kopi yang merupakan kekayaan alam Indonesia yang patut dikenalkan kepada dunia.


Selain bercerita tentang catatan perjalanan Tim 7 Wonders aku juga akan membagikan pengetahuan akan kopi seperti yang di ceritakan oleh mereka disini.

Spot 1 : Mengenal kopi Luwak dan kopi aroma di Liwa

Setelah melakukan perjalanan sejauh 509,4 km Tim 7 Wonders melakukan istirahat nya yang pertama tepatnya di Danau Ranau, jaraknya sekitar 25 km dari kota Liwa di Lampung Barat. Rupanya medan yang berupa tikungan pendek dan tanjakan terjal karena memang berada di daerah pegunungan membuat mereka kelelahan.

Disela melepas penat karena lamanya perjalanan, Tim 7 Wonders berkunjung ke tempat penghasil kopi Luwak yang terkenal diseluruh dunia. Memang banyak orang bilang bahwa kopi Luwak rasanya sangat nikmat. Dan aku baru tau bahwa sekilo kopi Luwak harganya berkisar Rp. 400 ribuan! Ckck..

Ternyata Kopi Luwak itu diambil dari kotorannya Musang, Kau tau!
Disana Tim 7 Wonders mendapat penjelasan dari pemilik kebun kopi sekaligus produsen kopi Luwak bahwa kopi Luwak dihasilkan dari Hewan Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus).

Bila saatnya musim panen kopi, para produsen kopi Luwak berlomba menangkap Luwak untuk diberi makan kopi yang baru dipetik. Dan kau tau rupanya Luwak meskipun dikasih makanan gratisan mereka masih suka pilih-pilih, terbukti hanya kopi yang kondisinya bagus saja yang akan mereka makan.

Pertama, biji kopi yang baru dipetik disortir terlebih dahulu. Dicari biji kopi yang berwarna merah rata dan bentuknya bulat. Kemudian biji-biji kopi sortiran itu direndam di dalam ember berisi air. Dari rendaman itu kopi yang mengambang disisihkan dan kopi yang tenggelam yang akan diberikan kepada Luwak. Dan luwak-luwak itu akan memakan biji kopi yang paling baik menurutnya.

Jadi jangan kaget kalau harga kopi Luwak mahalnya minta ampun.
Di Liwa kopi diolah dengan tambahan aroma. Saat ini sudah ada 2 aroma yang telah dikembangkan yaitu kopi aroma ginseng dan aroma pinang. Pengolahannya sama seperti pada umumnya dengan cara disangrai. Untuk menambah aroma, sebelum disangrai kopi dicampur dengan potongan-potongan ginseng atau pinang. Setelah disangrai kopi aroma itu dikeringkan untuk sembari menghilangkan kulit arinya. Selanjutnya kopi itu digiling lalu dikemas.

Spot 2: Sedapnya kopi Lahat

Dari Danau Ranau Tim 7 Wonders melanjutkan perjalanan menuju Lahat. Jarak dari Danau Ranau hingga Lahat memakan jarak 309,4 km. Di Lahat mereka disambut hangat oleh bupati Lahat, Bapak H. Saifudin Aswari Rivai,SE di hotel Grand Zuri, satu-satunya hotel berbintang yang akan segera diresmikan. Disana tentu saja para tim mendapat suguhan kopi Lahat yang sedap.

Oleh Bapak Bupati, Tim 7 Wonders mendapat pengetahuan, bahwa Lahat merupakan kota Tertua di Sumatera dan usianya saat ini adalah 130 tahun. Di kota ini masih menyimpan bangunan peninggalan Belanda salah satunya adalah Sekolah Dasar Santo Yosef.

Spot 3: Pagar Alam, kota penghasil kopi terbesar di Sumatera
Selanjutnya mereka menuju ke kota Pagar Alam. Kota ini berada di ketinggian 1.000 m dpl diatas permukaan laut sehingga para Tim mendapatkan cukup angin segar dan hawa yang lumayan sejuk. Berada didataran tinggi membuat jalanan menuju Pagar Alam agak bergelombang dan berkelok-kelok, kelokannya disertai tanjakan terjal. Tentu saja dengan medan seperti ini para Tim harus pandai-pandai berstrategi mengatur shifter.

Membelah jalanan Pagar Alam, Tim mendapat suguhan pemandangan yang indah diantaranya perkebunan teh dan kopi juga hamparan sawah yang sangat luas. Oleh karena itu Pagar Alam disebut sebagai salah satu lumbung padi di Sumatera Selatan.

Di Pagaralam Tim beristirahat untuk kedua kalinya. Seperti pada istirahat yang pertama, disela-sela menikmati indahnya alam Pagar Alam, Tim berniat mengunjungi perkebunan kopi dan tempat pengolahannya, menurut info yang mereka dapat Pagar Alam adalah derah penghasil kopi terbesar di Sumatera. Selain kopi potensi perikanan di daerah ini juga lumayan bagus.

Proses pengolahan kopi di Pagar Alam menggunakan 2 mesin. Yakni dari biji kopi asli diolah menjadi kasar, lalu dari kasar diperlembut kembali. Kebetulan Tim ditunjukkan oleh Diok, teman mereka, sebuah mesin pengolah buah kopi menjadi biji kopi. Namanya mesin Engelberg Huller buatan USA yang berdimensi besar dan digerakkan denga diesel. Hebat yah?

Spot 4: Mengenal madu yang bagus dan menguak lebih dalam tentang perkopian di Kabupaten Empat Lawang
Tempat selanjutnya yang menjadi jujugan Tim 7 Wonders dalam menggali Sumatera Coffe Paradise adalah Kabupaten Empat Lawang (Tebing Tinggi). Kabupaten Empat Lawang ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Lahat. Menurut H. Budi Antoni Aljufri, Bupati Empat Lawang yang kebetulan menemani Tim berbincang-bincang, Kopi adalah salah satu komoditas andalan kabupaten Empat Lawang.

Sebelumnya ketika dari Pagar Alam menuju Tebing Tinggi via desa Jarai Pendopo jalanan yang dilalui tidak begitu lebar dan rutenya juga berkelok-kelok. Namun Tim 7 Wonders berhasil melewatinya meski butuh kehati-hatian yang sangat tinggi. Oleh karenanya Tim melakukan dengan kecepatan yang tidak terlalu kencang. Peribahasa biar lambat asal selamat betul-betul mereka pegang.

Bersama pejabat pemerintah setempat Tim 7 Wonders diajak bertemu dengan salah satu pemilik pengolahan kopi, namanya Pak Anang Zairi. Disana Tim mendapat pengarahan bahwa Kopi di Empat Lawang berbeda karena berupa pencampuran Arabica dan Robusta. Wujud aslinya Robusta tetapi aroma nya Arabica. Selain melihan langsung sistem pengolahan kopi yang sudah tertata rapi, Tim juga disuguhi proses produksi penganan ringan dari pisang dan singkong dan madu hutan.
Beruntung Pak Anang Zairi selain sangat piawai dalam memilih biji kopi berkualitas, beliau juga pandai memilih madu yang bagus. Madu yang bagus menurutnya adalah madu yang sedikit kadar airnya. Cara membuktikan madu yang bagus dan tidak Pak Anang biasanya merasakan menggunakan indera pengecap, cara lainnya adalah dengan memasukkan sedikit madu kedalam plastik lalu disimpan di dalam kulkas. Bila madunya membeku itu berarti madunya kurang bagus. Madu yang bagus tidak akan beku bila disimpan selama 6 bulan.

Tentang biji kopi sendiri, Empat Lawang memiliki tanaman kopi yang produktif. Hampir disemua tempat banyak kebun kopi yang hasilnya dapat diandalkan. Bahkan sebagian besar hasil panennya langsung dikirim ke daerah lain akibatnya kopi-kopi itu langsung dicap/diakui kopi daerah lain.

Dalam melestarikan kopi, pemerintah setempat tidak hanya memakai biji kopi sebagai maskot saja tetapi menggunakan biji kopi tersebut sebagai motif batik dan dijadikan seragam setiap hari kamis. Seolah tak mau menyia-nyiakan kopi sebagai komoditas terbesar di Empat Lawang, Tim Penggerak PKK juga aktif membantu memaksimalkan keberadaan kopi dengan memanfaatkan kayu kopi dan daunnya sebagai souvenir

Spot 5: Menyusuri Kebun Kopi di Curup - Kepahiang
Perjalanan Tim 7 Wonders dalam Sumatera Coffe Paradisenya masih berlanjut. Setelah puas menguak kopi di Empat Lawang tim berjalan menuju kebun kopi di Talang Padang. Agaknya tim terlambat datang didaerah ini karena panen kopinya telah usai, walau begitu masih ada sisa panen susulan yang jumlahnya tak terlalu banyak. Tim juga mendapat cerita dari petani kopi setempat bahwa harga kopi baik di Lahat maupun di Talang Padang harganya tidak stabil. Itu dikarenakan saat panen banyak tengkulak yang menunggu kopi hasil panen dan membelinya dengan harga murah. Sayang sekali, bukan?

Dari Talang Padang, Tim berarak menuju Curup, salah satu pusat penghasil kopi Bengkulu melalui Kepahiang. Di jalur ini Terios harus bekerja maksimal karena jalanannya berkelok-kelok naik turun dan sempit membuat para tim seolah menari bersama Terios. Dan Teriospun selalu meladeni keadaan medan dalam situasi apapun itu disebabkan Mesin Teriosyang berkapasitas 1.500 cc ditambah dukungan suspensi yang kuat menjadikan mobil ini cukup tahan banting sehingga sangat cocok menjadi sahabat para petualang sejati.

Di Bengkulu Tim berkunjung di acara CSR (Corporate Social Responsibility), disana mereka menyerahkan bantuan kepada 5 Posyandu dan beberapa UKM.

Spot 6: Mengeksplor kopi di desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud - Mandailing Natal

Rute selanjutnya adalah menuju Bukittinggi melalui Muko-muko. Meski suasana yang dilalui berbeda dengan sebelumnya yang berupa pegunungan, tetapi perjalanan kali ini Tim melewati pantai barat. Pun begitu medan yang dilalui tetap sama seperti sebelumnya yakni penuh denga tikungan tajam serta tanjakan dan turunan. Lalu bagaimana kondisi ke 3 Terios yang menemani Tim berpetualang? Ternyata masih tetap OK!

Meski dari Tarutung menuju Mandailing Natal hampir sepanjang jalan yang lewati rusak parah tetapi suspensi Terios masih sangat tangguh.
Di Mandailing Natal Tim 7 Wonders akan menyaksikan pengolahan dan perkebunan kopi rakyat tepatnya di desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud dengan ditemani Lelo Andhika Syahna, sahabat para Tim. Menurut Lelo desa Sambang Banyak Ulu Pungud memiliki banyak kebun kopi yang usanya sudah puluhan tahun. Mandailing Natal adalah tempat pertama kalinya kopi Arabica ditanam oleh Belanda pada tahun 1699 dan merupakan tanaman pertama yang masuk di Indonesia. Wah wah!..
Tak hanya kopi Arabica, didesa ini juga banyak pohon kopi jenis Robusta.

Menuju desa ini Terios dipaksa ber offroad ria karena jalanan yang ada adalah jalanan makadam dan tanah. Hmm.. sepertinya asyik nih, seandainya aku berada dalam satu tim akan menjadi pengalaman yang paling berharga selama hidupku. Pastinya mesin 1500 VVT-i dan dan ground clearance nya selalu stabil.

Spot 7: Ramai-ramai nyruput hangatnya Kopi Gayo di Takengon
Menuju Takengon kemampuan Terios benar-benar diuji. Melewati trek bukit Oregon yang berbatu, Terios harus berjalan sejajar dengan komunitas jip yang menyertai Tim 7 Wonders. Dan ternyata Terios masih tetap tangguh dan handal.

Di Takengon Tim diajak salah satu pengusaha kopi Gayo masuk ke Laboratorium kopi miliknya. Kopi Gayo adalah kopi Arabica dengan citrarasa khas.
Penduduk Takengon hampir semuanya memiliki kebun kopi. Wilayah geografisnya sangat menguntungkan penduduk Takengon (masyarkat Gayo) yang diatas ketinggian 1.300 mdpl dan berada di satu rangkaian bukit barisan.

Disini Tim ditunjukkan langsung kebun kopi peninggalan Belanda di desa Blang Gele yang luasnya 15 hektar namun memiliki biji kopi berkualitas bagus dan beraroma khas.
Akhirnya selesai sudah Tim 7 Wonders menyelesaikan misi petualangan Sumatera Coffe Paradise.

Sst.. tapi kok saya baru tau sekarang kalau Sumatera itu gudangnya perkebunan kopi. Dulu pas pelajaran geografi kemana ya? hmmm

Ternyata Indonesia memiliki beragam kekayaan alam salah satunya adalah kopi. Sayangnya hasil kebun para petani kita belum mendapatkan perhatian penuh, susah payah para petani itu mengelola kebun tetapi ujung-ujungnya hasil panen mereka dibeli oleh tengkulak dengan harga yang tidak normal. Sedangkan negara kita sendiri masih sibuk saja mengimpor bahan makanan dari luar negeri. Sulit dibayangkan..

Di akhir petualangan Sumatera Coffe Paradise, Tim 7 Wonders menuju kota Aceh lalu ke Sabang, menuju ke tugu Nol Kilometer. Disana Tim 7 Wonders menyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke sebagai bukti kecintaan mereka akan wilayah Indonesia yang berada dijajaran pulau tetapi memiliki rasa kesatuan yang kuat. Sebelumnya di Aceh, Tim 7 Wonders berkurban 3 ekor sapi sebagai rasa syukur mereka atas keberhasilan menempuh perjalanan darat yang sangat panjang, 3.657 km selama 15 hari tanpa hambatan.

Bercerita mengenai petualangan memang tak akan ada habisnya karena disana menyimpan berjuta-juta cerita yang tersembunyi.

Nah sekarang tak ada alasan untuk tidak memilih Daihatsu Terios sebagai sahabat petualang. Mengapa?

Alasan untuk memilih mobil Daihatsu Terios
Tentu saja sebagai penunjang kebiasaan kami yang tidak betah berada dirumah, hobi keluyuran dikala libur. Atau aku juga bisa mengajak teman-teman kantorku berpetualang bersama. Ke tempat Rafting, misalnya. Disana kami bisa melewati waktu sambil tertawa-tawa bila melihat hal lucu dan berteriak bersama bila melewati sesuatu yang menegangkan. Pengalaman ini justru bisa mempererat hubungan kami sebagai teman. Dan tentu saja akan kami ingat sampai kapanpun.

Mobil Terios sesuai tagline nya sebagai mobil sahabat petualang memang di desaign berbeda dengan mobil-mobil lainnya keluaran Daihatsu. Sebut saja All New Xenia si Sahabat Keluarga, Gran Max MB si Sahabat Bisnis, Sirion si Sahabat Muda dan Luxio si Sahabat Elegan.

Terios sebagai mobil yang cocok untuk adventure memiliki kelebihan. Disana dibenamkan beberapa komponen sehingga layak untuk menjadi sahabat selama di perjalanan. Tentu saja karena untuk adventure, Terios memiliki kekuatan suspensi dahsyat yang mampu menembus segala tantangan, rintangan dan halangan selama dijalan. Bodynya yang gagah namun elegan membuat Terios tampil menawan dan layak menjadi pilihan bagi siapa saja yang menyukai tantangan.

Terios menggunakan mesin berkapasitas 1.500 cc. Dengan performa mesin 3SZ-VE DOHC VVT-I 1.495cc dan ground clearence yang tinggi membuat si sahabat petualang ini tampil lebih tangguh. SUV 7-Seater nya seolah memanjakan penumpangnya. Bagi Terios kenyamaan penumpang adalah hal yang utama oleh karenanya Terios diberi fitur penunjang yaitu kabin steering wheels with audio switch akan menjadi teman selama perjalanan.

Terios adalah keluaran PT Astra Daihatsu Motor yang merupakan Agen Pemegang Merek Daihatsu di Indonesia dan telah mengantongi beberapa Award.

Setidaknya ditahun 2012 ini, Daihatsu telah mendapatkan 10 Award:
1. Astra Green Company: Occupational Health&Safety Program 1st Winner
2. Governor of DKI Jakarta: Environmental Management Very Good Level
3. Governor of DKI Jakarta: Quickly Appropriate Emplyment 1st Winner
4. Best Buy Award 2012: Best Buy In Compact MPV Category (Xenia 1,3 Attivo
5. Best Buy Award 2012: Best Buy In Small SUV Category (Terios TX AT Adventure)
6. Otomotif Award 2012: Best Low VAN (LUXIO)
7. Otomotif Award 2012: The Best Minibus (Gran Max)
8. Top Brand Award: Daihatsu Cargo Vehicle
9. Top Brand Award: Daihatsu Xenia Category MPV
10.Rebi (Rekor Bisnis) (Juni): Mobil penumpang kategori Low MPV dengan pertumbuhan penjualan tertinggi tahun 2009

Sesuai slogannya Innovation for Tomorrow, grup Daihatsu terus membangun dirinya menjadi merek global yang dicintai di seluruh dunia dan perusahaan yang memiliki kepercayaan diri dan kebanggaan melalui produksi mobil yang inovatif dan terkemuka disetiap era.

Sahabat blogger, berpetualang sama halnya kita menggali potensi alam Indonesia yang memiliki banyak rahasia yang belum terungkap di permukaan. Untuk menggali semua kekayaan itu kita dituntut untuk berani menerima tantangan, berani menerjangan segala hambatan dan rintangan agar gemerlap keindahan di sekitar kita yang masih tersembunyi bisa diketahui oleh dunia luar.

Sahabat petualang, lanjutkan terus petualanganmu!





Referensi tulisan dan gambar dari:
1. http://www.daihatsu.co.id
2. http://www.daihatsu.co.id/terios7wonders/news

7 komentar:

Yoswa Mardhikai mengatakan...

wew..ngeri ini postingan..lengkap banget unsur 4W1H-nya..semoga menang ya mbak :D

Blogger Java mengatakan...

Selamat ya mbak, telah menjadi salah satu pemenang.

cow431 mengatakan...

selamat ya buat para pemenang

penerjemah mengatakan...

terios gue pernah ngambang slama 30 detik 4 tahun yang lalu langsung bawa ke bengkel resmi dan di periksa karena baru beli setaon masih garansi AJAIB nih mobil ngak ada kerusakan dan waktu ngambang itu juga mesin ngak rusak

sekarang udah 4 tahun sejak kejadian itu semua bagian terios gw pretelin kasih anti karat semua door trim, semya bagian bodi sampe kursi semua gue copot, kaca, dll AJAIB ngak ada karat sedikit pun untuk bagian tersebut yang memang sudah di anti karat dari pabriknya

kesimpulan gue : TERIOS ITU MOBIL AJAIB pabriknya di Indonesia ngak IMPROT IMPROTAN JADI NGAK KENA PAJAK 100% JADI HARGANYA BISA 200 JUTAAN PADAHAL SEHARUSNYA KUALITASNYA SAMA DENGAN MOBIL IMPROT HARGA 400 JUTA karena kena PAJAK 100% BARANG MEWAH!!!

terbukti nih SUV paling kuat paling handal walau harga MURAHHH krna ngak kena pajak improt 100% !!!

gue lagi nabung mau beli lagi yang matik kas !

DAIHATSU THE BEST ECONOMICAL CAR NOT TAXED 100% IMPROT TAXES LIKE OTHER STUPID CARS hehehehe

Ejawantah Wisata mengatakan...

Selamat ya Mba, atas kemenangan dalam lombanya.

Salam wisata

Asuransi Pendidikan mengatakan...

Asuransi Prudential
Asuransi Kesehatan
Asuransi Pendidikan
Asuransi Mobil
Asuransi Sinar Mas
Asuransi Jiwa

Rumah Minimalis Sederhana mengatakan...

Terrios yg model sekarang bagus gan, bodynya aerodinamis hehe

Kami menyediakan beberapa info tentang Pagar Rumah Minimalis || Desain Rumah Sederhana || Modern Interior Design || Rumah Minimalis Sederhana || Model Rumah Sederhana || Teras Rumah Minimalis . Jika anda berminat silahkan kunjungi web tersebut.