Kamis, 31 Mei 2012

Raihlah Mimpi dengan Ngeblog!

Waktu mampir di blognya Melly saya baca postingan tentang review buku dan ternyata review itu kontes berhadiah buku yang diadakan di blognya Mbak Echa di http://echaimutenan.blogspot.com. Pas saya buka ternyata hadiahnya la semua sodara.. hanya tinggal 2 buku saja. Ya sudahlah saya pilih buku "Gratis keliling Indonesia & Belajar di luar negeri karena ngeblog"

Saya browsing judul buku itu di google ternyata isinya menarik sekali. Buku itu menceritakan Nonadita seorang Blogger yang berhasil meraih mimpinya jalan-jalan keliling Indonesia dan meraih Bea siswa di Amerika hasil dari ngeblog!
Siapa sih yang gak ngiler membaca semua itu, dan ini membuktikan bahwa ngeblog bukan kegiatan sia-sia, masih banyak diluar sana orang yang berhasil mendapatkan sesuatu hasil dari ngeblog.

Beberapa hari lalu seorang teman blog saya yang berdomisili di Bandung juga berhasil memenangkan hadiah jalan-jalan gratis ke Korea namanya Mbak Erry. Baca berita itu saya seperti gak percaya, senang, bangga juga gimana ya.. terharu sekali..

Jadi? Ayo ngeblog mulai sekarang, dan raihlah mimpimu!!

Rabu, 25 April 2012

Bunda Lia sang Peternak Bebek

Sosok cantik Kartini modern dimata saya adalah Bunda Lia, seorang teman lama yang sekarang sedang sibuk merawat 2 anak laki-laki dan mengurusi kandang miliknya yang berisi bebek berjumlah lebih dari 100 ekor.

Usianya belum 30 tahun, dan dia sengaja membuat kandang bebek dengan alasan selain untuk diternakkan sebagai bebek potong dia juga berharap agar ilmu yang pernah dienyam di Institut Pertanian Bogor dapat bermanfaat.

Walaupun dia harus rela meninggalkan rumahnya sendiri yang nyaman di Sidoarjo lalu berpindah ke sebuah tanah kosong yang disulap menjadi beberapa sekat untuk tempat tinggal bebek-bebeknya dan disekat lainnya sebagai tempat tinggal keluarganya tetapi Bunda Lia sangat telaten. Panasnya hawa didalam rumah karena beratapkan asbes tak membuat Bunda Lia patah semangat. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya seorang Ibu yang bekerja sendirian mengurus bebek sekaligus merawat dua putranya, sedangkan Suaminya masih tercatat sebagai karyawan di sebuah kantor swasta, Bunda Lia harus bekerja keras agar bebek-bebek itu tidak mati kepanasan bila siang hari dan tidak mati kedinginan bila malam hari.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Blogger Kartinian” bersama 21BloggerKartini”

Peternak Bebek


Foto diatas adalah gambar teman saya yang bernama Bunda Lia. Bunda Lia ini disamping merawat 2 anak yang semuanya laki-laki juga mengurus kandang bebek miliknya yang berjumlah 100-an.

Bayangkan betapa repotnya Bunda Lia. Pagi-pagi dia sudah harus memberi makan bebek-bebeknya, siang sedikit sekitar jam 8-9 dia sudah menyalakan blower untuk mendinginkan bebeknya agar tidak kepanasan yang mengakibatkan bisa tiba-tiba mati.

Siang memberi makan bebeknya lagi, sore memberi vitamin dan malamnya menyalakan lampu untuk menaungi bebeknya agar tak mati kedinginan.

Sayang waktu saya potret Bunda Lia tak mau menoleh ke kamera katanya malu, mukanya berkeringat. Maklumlah, sejak mengurus bebek Bunda Lia tinggal di sebuah bangunan dari dinding triplek dan beratap asbes, sehingga hawanya panas sekali..


Kamis, 23 Februari 2012

Sayang ala Bang Thoyib



“Bang Thoyib-Bang Thoyib
kenapa tak pulang-pulang..”


Lirik diatas sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat kita. Beberapa saat yang lalu ketika masih booming-boomingnya, setiap saat setiap waktu lagu ini selalu terdengar dimana-mana. Sambil ngonthel becak, yang didengar lagu ini. Sambil liyer-liyer setengah ngantuk, yang disetel lagu ini. Sampai panggung lokal ala Sagita aja, yang dinyanyikan juga lagu ini.

Benar-benar fenomenal. Memang selain rancak musiknya lagu Bang Thoyib yang beraliran dangdut asoy ini sangat asyik dinikmati sambil ajeb-ajeb.
Ibarat orang sedang jatuh cinta, kalau sudah kadung cinta dengan satu gebetan, maka semuanya akan selalu diingat. Dari suaranya, namanya, gayanya, senyumnya, jalannya sampai detail jari kakinya juga diingat-ingat. Sambil senyum-senyum sendiri dan matanya merem-melek.

Itulah Cinta. Bila ada sesuatu yang menarik, maka akan selalu diperdengarkan kalau perlu sampai lirik dan nama penyanyinya dihapalkan juga fotonya dipajang dimana-mana.

Sayangnya, Bang Thoyib terlalu sibuk sehingga tak sempat mendengarkan lagu ini. Dia gak merasa bahwa anaknya memanggil-manggil nama nya terus. Dia juga gak merasa bahwa sudah 3 kali puasa dan 3 kali lebaran si Abang gak pulang kerumah, sekalipun para pendengar lagu ini membantu mencari kemana gerangan Bang Thoyib ini berada..
Barangkali saja, di perantauannya sana Bang Thoyib sedang sibuk bekerja sampai-sampai tak mengenal waktu dan tak mengenal kapan jadwalnya puasa dan lebaran..

Bang Thoyib bukanlah seorang penjaja cinta. Dimana cinta bisa dimiliki kapanpun walau terbatas oleh waktu. Tetapi rasa sayang sampai kapanpun dimiliki tak akan mengenal waktu. Bila rasa cinta dipadukan dengan rasa sayang maka akan menghasilkan buah kasih sayang yang tulus, ikhlas, saling membutuhkan dan saling memiliki.
Yang lain? Lewaatt..

Bang Thoyib mempunyai tekad besar bahwa suatu saat bila pulang nanti dia harus membawa sebongkah berlian untuk istrinya tercinta sebagai bukti rasa cinta dan sayang kepada keluarganya. Bang Thoyib yakin bahwa apa yang dilakukannya selama kepergiannya itu benar-benar untuk mencari nafkah demi istri dan anak-anaknya.
Seperti di lagunya Wali

sudah tunggu saja diriku di rumah
jangan marah-marah, duduk yang manis ya
aku lagi sibuk sayang, aku lagi kerja sayang
untuk membeli beras dan sebongkah berlian


Jadi..
Berita bahwa Bang Thoyib gak pulang-pulang bukan berarti Bang Thoyib ini gak sayang sama istri dan keluargaya. Justru dengan karena gak pulangnya itu Bang Thoyib ingin membahagiakan keluarganya.

Bayangkan, Bro.. sebongkah berlian! Se..Bo.. ng.. Kah..Be.. R..Li..An... ckck..

Ini semua bukti bahwa Bang Thoyib akan sepenuh hati menjaga, melindungi serta bertanggung jawab kepada istri dan keluarganya sampai kapan pun. Dan itu semua Bang Thoyib lakukan atas dasar sayang.

Bagai Berlian..
Selamanya dan Abadi..

Minggu, 05 Februari 2012

Rayuan tidak biasa

Rayuan tidak biasa


Sayangku..
Pulang kantor kau mau kemana?
Please ya jangan kemana-mana, pergi ke hatiku aja

Kasihku..
Aku tau Bapak kamu itu hobi mendaki gunung
Maka setiap melihatmu, hatiku bermekaran bagai bunga edelwais yang tak pernah layu

Cintaku..
Aku tau Ibumu seorang pemilik Catering
Oleh karenanya senyummu bagai Gurami asam manis yang memanjakan lidahku

Kekasihku aku sangat sayang kepadamu
Aku juga sangat mencintaimu
Dan aku akan selalu menyayangimu
Baru kusadari, ternyata kamu itu punya bakat jadi penabuh bedug masjid
Coba tanya kenapa?
Karena bila ada kamu disampingku dadaku selalu bertalu-talu




“Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML“


Jumat, 30 Desember 2011

Selimut Bayi

Aku percaya bahwa semua orang pasti memiliki barang yang mempunyai kenangan paling indah dalam hidup. Begitupun aku. Aku juga memiliki sebuah benda yang usianya lebih tua 3 tahun dari usiaku, dan hingga kini masih setia menemaniku.

Namanya Selimut bayi..
Setelah dilipat-lipat bentuknya seperti ini, biasanya selimut ini menemaniku saat tidur. Kalau sudah begitu biasanya Ibuku menyebutku sedang 'ngempeng'

Hihi.. sebenarnya malu juga aku buka disini, karena kalau ketahuan orang pasti diledek: "Ih.. wes gerang kok isih ngempeng"
Selimut itu awalnya milik kakakku, katanya Ibu kado dari seseorang sewaktu bayi dulu. Setelah itu gak tau bagaimana ceritanya sampai selimut itu aku pakai. Dulu waktu SD sih masih sering aku pakai untuk selimutan kalau tidur, makin bertambah umur rasanya selimut itu makin sempit. Iseng-iseng aku lipat-lipat selimut itu sampai tebal dan bisa dielus-elus. Kainnya yang lembut membuat aku betah berlama-lama dengannya, apalagi kalau sudah penuh daki dan hitam-hitam begitu, makin lembut aja kalau dibelai-belai.. 

Kalau sudah dekil banget baru dicuci. Itupun dengan satu syarat, harus kering hari itu juga, kalau nggak kering biasanya aku 'glibak-glibek' dikasur gak bisa tidur.
Kini kondisi selimut itu sudah sobek dimana-mana, maka untuk mengurangi sobek yang bertambah besar, biasanya aku buka lipatannya dan membaliknya.. butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan lipatan baru karena kalau dipegang masih kasar..

Ini nih gambarnya:
Tuh kan sobeknya sudah kemana-mana, harus makin berjati-hati nih megangnya, gak ada gantinya soalnya, beli juga ga ada yang sama persis seperti itu..





Sabtu, 24 Desember 2011

Ngakak di Kebun Tebu


Foto ngakak ini berada di areal Kebun Tebu, Peterongan Jombang. 

Saya ngakak keras itu berawal ketika saya ingin difoto dengan gaya melompat di udara. Sepertinya keren banget kalau di foto dengan gaya melompat, apalagi di tengah areal Kebun Tebu.
Sayang dari beberapa action melompat semuanya gak ada yang bener, maklum pakai kamera HP. Jadi penerimaan hasilnya agak lambat.
Alhasil karena sudah jeprat-jepret beberapa kali gak ada yang bener, saya dan Suami sebagai juru foto ikut tertawa..

Ini hasil foto lainnya:





Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes 'Ayo Ngakak Sejenak'! oleh Mbak Fanny Sang Cerpenis Bercerita  dan Man and The Moon 'Al Kahfi'